
Network ID dan Host ID di subnet mask
Apa itu subnet-mask? nurut gwa Subnet-mask itu adalah metode untuk menghilangkan atau menopengi jatah(istilah yang kacau) network address dan IP Address. jika anda bingung untuk mengerti bahasa saya coba tanya langsung ke mbah google ajah hhe.. mungkin anda akan lebih mengerti klo dia langsung yang menjelasi.
IP address itu sendiri terdiri dari dua bagian yaitu network id dan
host id, jadi fungsi dari subnet-mask ini untuk menentukan sebatas mana
network anda dan berapa host yang bisa anda pake pada network anda
tersebut.
Karena komputer hanya mengerti 0 dan 1 (bego ya?), atau bilangan
biner maka subnet-mask itu di bentuk menggunakan bilangan biner.
Subnet-mask terdiri dari 4 byte dan karena 1 byte = 8 bit, maka
subnet-mask tersebut terdiri dari 32 bit.
beginilah bentuk subnet-mask yang di baca oleh komputer
11111111.11111111.11111111.11111111, karena manusia akan repot jika
membaca biner, akhirnya komputer meng-conversi-nya ke bilangan desimal
ketika akan di tampilkan ke user(kita-kita nih), *buka kalkulator
sciencetific* jadi hasil bilangan biner yang di atas setelah kita
conversi-kan ke desimal adalah 255.255.255.255(gampang bukan, emang
gampang untuk conversi biner ke desimal dengan menggunakan kalkulator).
Anda bisa dengan mudah menconversi biner ke desimal atau sebaliknyaa
dengan menggunakan kalkulator sciencetific, bila terlalu mahal untuk
membelinya, jika anda pengguna windows, anda bisa mendapatkannya di
start menu—> programs —> accessories—>calculator, di
calculator anda pilih menu view lalu pilihlah sciencetific.
Tapi walaupun sangat mudah menggunakan kalkulator, ada baiknya klo
kita juga tahu bagaimana cara mengkonversinya secara manual, tapi jika
anda tidak membutuhkannya ya gak masalah he..he..he, tapi mungkin ada
yang lain juga pingin tahu caranya melakukannya tanpa bantuan
kalkulator sciencetific,
seperti yang kita ketahui 1 byte itu adalah 8 bit, jadi jika kita tuliskan satu byte maka dalam binernya seperti ini :
1 1 1 1 1 1 1 1
untuk meng-konversi bilangan biner di atas menjadi bilangan desimal,
yang perlu kita lakukan adalah mengalikan semua bilangan dengan 2 lalu
hasilnya kita pangkatkan, bilangan paling kanan di pangkatkan dengan 0,
bilangan kedua dari kanan dengan 1 bilangan ketiga dengan 2 dan
seterusnya, mari kita lakukan :
(2 x 1) pangkat 0 = 1
(2 x 1) pangkat 1 = 2
(2 x 1) pangkat 2 = 4
(2 x 1) pangkat 3 = 8
(2 x 1) pangkat 4 = 16
(2 x 1)pangkat 5 = 32
(2 x 1)pangkat 6 = 64
(2 x 1)pangkat 7 = 128
jadi jika kita jumlahkan 1 + 2 + 4 + 8 + 16 + 32 + 64 + 128 = 255
seumpama contoh
1 0 1 0 1 0 0 0
maka,
(2 x 0) pangkat 0 = 0
(2 x 0) pangkat 1 = 0
(2 x 0) pangkat 2 = 0
(2 x 1) pangkat 3 = 8
(2 x 0) pangkat 4 =0
(2 x 1) pangkat 5 = 32
(2 x 0) pangkat 6 = 0
(2 x 1) pangkat 7 = 128
jadi totalnya adalah : 0 + 0 + 0 + 8 + 0 +32 + 0 + 128 = 168
Tapi bagaimanapun contoh sangat di perlukan untuk memperlajari
sesuatu, makanya kita akan memulai dengan contoh, anggap kita mempunyai
ip kelas c yaitu 192.168.0.0, dengan memberikan subnetmask
255.255.255.0 maka kita akan mendapatkan 256 ip, satu akan di gunakan
sebagai network yaitu 192.168.0.0 dan yang satunya lagi di pakai buat
broadcast 192.168.0.255, jadi anda mempunyai 254 ip yang bisa di
gunakan oleh user anda.
catatan : dalam subnet-mask ini, bit 1 berarti terisi dan bit 0 berarti kosong.
Supaya kita gak bingung, kita akan membahas gimana kita bisa
mendapatkan yang di atas. karena komputer hanya mengerti biner, lebih
baik kita membahasnya dengan biner pula,
192.168.0.0 = 11000000.10101000.00000000.00000000
255.255.255.0 = 11111111.11111111.11111111.00000000
sekarang kita telah memiliki ip dan subnet yang telah di konversi ke
biner. sekarang mari kita AND (’&’) kan mereka. baik sebelonya kita
lihat status AND untuk biner dulu :
1 AND 1 = 1
1 AND 0 = 0
0 AND 1 = 0
0 AND 0 = 1
maka,
1 1 0 0 0 0 0 0. 1 0 1 0 1 0 0 0. 0 0 0 0 0 0 0 0.0 0 0 0 0 0 0 0
1 1 1 1 1 1 1 1. 1 1 1 1 1 1 1 1. 1 1 1 1 1 1 1 1. 0 0 0 0 0 0 0 0
=
yang akan menjadi network
1 1 0 0 0 0 0 0 .1 0 1 0 1 0 0 0. 0 0 0 0 0 0 0 0. 0 0 0 0 0 0 0 0 = 192.168.0.0
dari contoh di atas, kita ingin mencari di mana bagian network dan
host dari ip tersebut. Kita mengambil bit 1 terakhir dari subnet-mask
yang menjadi acuan, jadi :
1 1 0 0 0 0 0 0. 1 0 1 0 1 0 0 0. 0 0 0 0 0 0 0 0.0 0 0 0 0 0 0 0
1 1 1 1 1 1 1 1. 1 1 1 1 1 1 1 1. 1 1 1 1 1 1 1 1. 0 0 0 0 0 0 0 0
setelah kita and kan mereka akhirnya kita mendapatkan
1 1 0 0 0 0 0 0. 1 0 1 0 1 0 0 0. 0 0 0 0 0 0 0 0.|0 0 0 0 0 0 0 0 ———> network
1 1 0 0 0 0 0 0. 1 0 1 0 1 0 0 0. 0 0 0 0 0 0 0 0.¦1 1 1 1 1 1 1 1 ——–> broadcast
catata, untuk mencari network yang di belakang batasan tadi di
gantikan dengan 0 semua, dan untuk broadcast kita gantikan dengan 1
semua, tanda ini di ambil ‘ | ‘ dengan paktokan 1 terakhir pada subnet
kita.
jadi sisa ip di antara 0 dan 255 itu bisa di pakai oleh user anda yaitu 1 sampai dengan 254.
masih bingung?????????
oke kita buat satu lagi contoh
Pada contoh ini kita akan tetap menggunakan ip 192.168.0.66 dengan subnet 255.255.255.192, jadi
ip
1 1 0 0 0 0 0 0. 1 0 1 0 1 0 0 0. 0 0 0 0 0 0 0 0. 0 1 0 0 0 1 0
subnet-mask
1 1 1 1 1 1 1 1. 1 1 1 1 1 1 1 1. 1 1 1 1 1 1 1 1. 1 1 0 0 0 0 0 0
jadi angka 1 terakhir dari subnet-mask jadi acuan kita, setelah kita meng AND mereka
1 1 0 0 0 0 0 0. 1 0 1 0 1 0 0 0. 0 0 0 0 0 0 0 0. 0 1 0 0 0 0 1 0
1 1 1 1 1 1 1 1. 1 1 1 1 1 1 1 1. 1 1 1 1 1 1 1 1. 1 1 0 0 0 0 0 0
sama dengan,
1 1 0 0 0 0 0 0. 1 0 1 0 1 0 0 0. 0 0 0 0 0 0 0 0. 0 1 | 0 0 0 0 0 0 = network
1 1 0 0 0 0 0 0. 1 0 1 0 1 0 0 0. 0 0 0 0 0 0 0 0. 0 1 | 1 1 1 1 1 1 = broadcast
jadi kita mendapatkan 192.168.0.64 sebagai network dan 192.168.0.127 sebagai broadcast.
memang agak memusingkan, tapi akan semakin mudah jika anda biasa menggunakannya.
Prefix Subnet-mask
Mungkin anda pernah menjumpai ip yang seperti ini 192.168.0.1/24,
ini sama saja jika kita tulis 192.168.0.1 dengan subnetnya
255.255.255.0
192.168.0.1/24, jadi /24 di sini bahasa kerennya Prefix
Bagi yang belon ngerti dengan cara menentukan Prefix ini saya akan
coba membantu sebisa saya, jadi seperti yang kita bahas di atas, klo
subnet itu mempunya 32 bit. jadi Prefix itu sendiri di ambil dari
bit-bit subnet tadi, jadi klo ada subnet 255.255.0.0 itu berarti /16
karena 255.255.0.0 jumlah bitnya adalah 16.
saya rasa kita tidak punya masalah dengan Prefix lagi, soalnya paragraf di atas itu sudah cukup menjelaskan.
Menentukan Jumlah network dalam subnet class C
jadi kalo kita kita menggunakan 192.168.1.1/25, atau sama dengan
192.168.1.1 255.255.255.128 , disini kita membelah class C menjadi 2
bagian yaitu dari 0 sampai 127 dan 128 sampai 255. jadi kita mempunya
network id 192.168.1.0 dan broadcast 192.168.1.127 dan satu lagi
network 192.168.1.128 dan 192.168.1.255 untuk broadcastnya.
untuk mengetahui jumlah block subnet kita menggunakan formula 2
pangkat dengan n, yang mana n itu adalah jumlah satu pada block ke
empat jika kita menggunakan subnet mask pada class C, tapi jika pada
class B kita n itu adalah jumlah angka 1 pada block 3 dan 4, dan jika
pada class A maka n adalah jumlah angka 1 pada block 2, 3 dan 4.
jadi pada contoh di atas, class c mempunyai netmask 255.255.255.0
jika kita melakukan subnet pada class c, seumpama kita menggunakan
255.255.255.192 berarti kita meminjam 2 bit, karena secara biner
netmask di atas kita tulis,
1 2 3 4
11111111.11111111.11111111.00000000
jadi untuk mengubahnya ke menjadi 255.255.255.192 kita harus meminjamkan dua bit,
11111111.11111111.11111111.11000000,
sekarang kita melihat ada dua angka 1 pada block ke 4, jadi nilai
angka n adalah 2, sekarang masukan ke formula 2 pangkat n, jadinya 2
pangkat 2 = 4. jadi kita mempunya 4 block subnet sekarang ini. jadi klo
kita menggunakan ip 192.168.1.0.
untuk menghitung jumlah host pada jaringan kita di dengan subnet
class C, anda bisa menggunakan formula ini, 2 pangkat angka 0 pada
block ke 4 dan di kurang dengan 2 .
jadi pada contoh di atas, (2 pangkat 6) yaitu 64 lalu di kurang 2, jadinya 62 host yang bisa kita gunakan per block subnet.
setelah kita mendapatkan berapa jumlah block subnet kita, kita juga
telah mendapatkan berapa host, sekarang kita bisa menentukan yang mana
network id dan broadcast id pada contoh di atas dan kita tulis pada
table berikut ini.

demikian surat ini saya tulis dengan sebaik-baik nya (huehue.. acem surat perjanjian ajah ah..)
|