| Melakukan Shaper di Mikrotik |
|
|
|
Satu hal yang menyenangkan dari Mikrotik adalah tersedianya sistem
shaper atau bandwitdh management (BM) yang sudah built-in dan mudah
dalam penggunaannya. Bahkan bagi pemula sekalipun! Dalam
tutorial ini saya ingin memberikan sedikit tata cara untuk membuat
shaper atau BM di Mikrotik secara mudah dan simple dengan SIMPLE QUEUE.
Untuk dapat mengikuti tutorial ini, silakan menggunakan WINBOX untuk
login ke Mikrotik anda dan mengisi IP, username, dan password sesuai
dengan yang tersedia di Mikrotik anda. Jika sudah, kita akan mulai dari
tampilan menu seperti dibawah ini :
Setelah tampil menu seperti diatas, maka kita memulai semua proses
shaper atau BM dari menu Queues yang ada di sebelah kiri nomor 7 dari
atas. Kalau kita client Queues maka akan muncul tampilan baru sebagai
berikut :
Untuk
membuat shaper, ada 2 cara yaitu menggunakan langkah yang mudah melalui
Simple Queue, dan langkah yang lebih rumit namun bisa untuk berbagai
macam kebutuhan melalui Queue Tree. Untuk pelajaran awal, saya
menerangkan cara untuk membuat shaper menggunakan Simple Queue untuk
mudah dimengerti dan dapat segera diimplementasikan. Untuk
membuat entry pada Simple Queue, kita bisa menekan tanda + (tambah) di
sebelah kiri atas pada tab Simple Queue. Jika sudah, maka akan muncul
tab baru sebagai berikut : 
Untuk mengisi, cukup mudah. - Name adalah nama yang ingin kita pakai untuk menerangkan shaper yang kita buat ini. Misalnya PC1
- target
address adalah IP address yang ingin kita shaper misalnya :
192.168.0.2. Kita tidak boleh menuliskan subnet /24 atau /29 jika kita
hanya ingin menshaper 1 IP saja. Jika beberapa IP yang tidak berada
dalam satu subnet kita bisa menekan tanda panah ke bawah disisi kanan
Target Address untuk mendapatkan baris kedua IP Address.
- Target
upload : adalah kecepatan maksimal yang kita inginkan untuk berikan
untuk client tersebut untuk bisa mengirim data ke luar network (UPLOAD).
- Target
download : adalah kecepatan maksimal yang kita inginkan untuk berikan
ke client tersebut untuk bisa menerima atau mendownload data ke
komputernya.
- Burst adalah kondisi khusus yang ingin kita
berikan kepada client tersebut dimana pada kondisi tertentu dia bisa
melampaui batas yang sudah kita berikan pada Target Upload ataupun
target Download. Burst adalah bandwidth extra yang kita berikan kepada
client.
- Burst limit adalah batas atas burst yang kita berikan sebagai batas tertinggi client bisa mendapat bandwidth
- Burst
threshold adalah batas control pada sistem burst. Biasanya threshold
adalah angka bandwidth yang akan menjadi rata-rata pemakaian jika
pengguna akses terus menerus menghabiskan bandwidth yang tersedia.
Bagian ini agak rumit untuk diterangkan di tulisan, tapi akan lebih
mudah dimengerti dalam implementasi di lapangan.
- Burst Time :
adalah waktu burst yang diizinkan. Konsep burst adalah client boleh
menggunakan angka bandwidth yang tersedia di burst limit selama sekian
detik yang ditentukan oleh burst time. Setelah sekian detik itu, maka
limit akan dikembalikan kepada bandwidth yang sebenarnya. Kurang lebih
aturannya begitu walaupun mungkin tidak 100% seperti itu.
- Time
adalah saat dimana kita ingin shaper ini difungsikan. Diluar jam/hari
yang ditentukan, shaper ini tidak akan berfungsi. Hal ini berguna untuk
mengatur misalnya : selama jam kerja, shaper dibuat ketat, namun diluar
jam kerja, shaper menjadi tidak ada.
Contoh mengisi shaper adalah seperti berikut :
Pada contoh tersebut, saya mengisi shaper dengan nama pc1
yang diperuntukkan untuk IP 192.168.0.3 dengan kecepatan upload
maksimal 32 kbps dan download maksimal 64 kbps. Untuk kecepatan 1024
kbps kita bisa juga menuliskan 1M. Jika kita tidak menuliskan tanda 'k'
maka artinya adalah bits. Setelah itu klik Apply dan OK. Maka
selesailah sudah shaper kita. Kita bisa juga membuat shaper-shaper yang
lain dengan cara yang sama. Paling tidak kita bisa mendapatkan shaper
seperti berikut :
Tampak
pada gambar diatas, pc1 mendapat bandwidth yang lebih banyak untuk
download dibanding pc2 hingga pc6, namun semuanya mendapat bandwidth
yang sama besar untuk upload yaitu hanya 32k. Jika Simple Queue
yang kita berikan benar, maka begitu di apply, maka shaper ini akan
segera berfungsi. Dan jika berfungsi, kita akan melihat angka Upload
Rate dan Download Rate akan bergerak dan berubah-ubah sesuai dengan
pemakaian masing-masing komputer. Warna merah menandakan
komputer tersebut sudah menggunakan bandwidth secara penuh atau hampir
penuh. Sedangkan warna kuning menandakan separo kapasitas sudah
terpakai. Sedangkan warna hijau artinya tidak terpakai atau hanya
terpakai kurang dari separo batas. Dengan demikian selesai sudah
shaper yang kita kerjakan untuk network kita. Dengan shaper, kita bisa
menjaga operasional network kita agar berfungsi secara maksimal dan
sesuai dengan semustinya. Dan membuat everybody happy.
|